Mengenai Saya

Foto saya
hanya seorang yang memp[unyai banyak kekurangan dan terus ingin belajar

title

Selamat Datang di Blog ikhsan kepanduan. Semoga Bermanfaat

Laman

Selasa, 05 Februari 2013

Menyingkap jejak massalalu

waktu demi waktu telah terlewati. Harapan yang dulu diimpikan pun tak kunjung terwujud. Hanya karena menuruti kesenangan pribadi. Sudah 7 dan hampir 8 tahun masa-masa indah itu terjadi. Setelah perpisahan itu, perlahan demi perlahan mulai berubah, perubahan yang diharapkan tuk mekar nyaman dipadang, nikmat aroma tercium oleh hidung dan membuat suasana yang menyenangkan.
Akan tetapi kini, bukan harum yang tersebar, bukan keindahan yang terlihat, akan tetapi hanya seperti onggokan sampah yang yang berada dalam kerumaunan.
yang tak tau apakah masih berguna ato sudah memang benar2 menjadi onggokan sampahh
Peubahan yang tanpa sadar teah merusak semuanya, Perubahan yang tanpa sadar telah menghancurkan impian, dan PErubahan yang tanpa sadar membuat pribadi mejadi tidak berguna

Tak ada Niat lagi tuk memperbaiki, Karea tidak sadar akan perubahan negati.
Akan Tetapi, bagai bunga teriram Air Hujan dimusim kemarau, suatu cahaya yam membuat hati ini terpanggil, untuk membuat sampah yang berserahkan menjadi sebuah sampah yang berguna untuk orang lain
mendaur ulang sampah, pengemasan ulang, dan semoga bisa laku dan bermanfaat dimasyarakat AMIIIIN...
^^ special thank's to AK2112

xzn51'13

Jumat, 17 Agustus 2012

Menerima Apa Adanya


"Jika kamu membenci seseorang, maka ingatlah aan hal-hal baik yang ia miliki, rasakanlah hal terebut,maka dengan begitu rasa benci ataupn jengkel yang anda punyai akan sirna "

Manusia memang diciptakan paling sempurna daripada makhluk yang lain, karena manusia memiliki akal dan pikiran. maka dar itu Manusia di ciptakan sebagai khaalifah di bumi. Akan tetapi manusia tetaplah manusia. Mempunyai hawa dan nafsu, dan hal itu menyebabkan mempunyai sisi baik dan buruk. maka dari itu tak ada manusia yang sempurna. Bahkan orang yang bisa mengendalikan hawa dan nafsu pun belum bisa dikatakan sempurna. Manusia apa, Manusia yang bagai mana yang dikataan sempurna??????

Di dunia ini banyak sekali macam orang dengan macam sikap dan sifatnya. Terkadang ada manusia yang menjengkelkan bagi kita, karena tindakanya maupun sifatnya. Tapi pernahkah berfikir bahwa kamu juga bisa menjadi orang yang paling menjengkelkan sedunia bagi orang lain? pasti pernah merasa bahwa kamu adalah orang yang paling tersakiti karena sikap seseorang. Dan juga pasti pernah merasa bahwa kamu orang yang paling tidak beruntung didunia dengan kegagalan yang kamu terima. dan yang terakhir pasti pernah berfikir bahwa Tuhan berlaku tidak adil. :-)

Chance your mind brow....
Tuhan tak mungkin berlaku tidak adil. Tuhan Maha Adil dan Maha Bijaksana. tak ada Dzat selain Dia yang lebih sempurna.
Tiap manusia memiliki sisi baik dan sisi buruk. setiap manusia mempunyai emosi. setiap mansia memiliki kelembutan. begitu juga dengan anda. Pasti ada orang yang membenci kamu dengan sikap maupun sifat kamu.
Maka manfatkanlah segala sisi yang ada di dirimu tuk menutupi kekuranganmu. Manfatkanlah emosimu mejadi sesuatu yang bermanfaat, jangan melampiaskan emosi ke sembarang tempat, buanglah emosi pada tempatnya xixixi. Karena tiap orang dibenci pasti ada hal yang ia benci. Jangan pernah beranggapan bahwa tida ada yang membenci dirimu, tapi beranggapanlah bahwa banyak orang yang membenci dirimu, sehingga hal itu merubah pola pikirmu bahwa kamu harus berbuat baik pada setiap orang agar kamu bsa diterima. (kunci untuk menerima seseorang adalah mengawali dari diri kita agar bisa diterima orang lain)

Jangan pernah merasa kamu adalah orang yang paling tersakiti, tapi pikirkanlah bahwa dengan sikapmu apakah kamu tidak menyakiti orang lain. Berapa orang yang tersakiti krena sikapmu koreksi diri.(merasakan apa yang dirasakan orang yang kita benci)

Kamu bukanlah orang yang tidak beruntung, tapi belum beruntung. Dan mungkin rejekimu bukan disitu. Cobalah tuk menykapi kegagalan dengan tetap berusaha dan tidak putus asa, apa lagi tuk menerima apa adanya. Kamu juga punya kekurangan brow. Tak ada yang sempurna kecuali Tuhan. (janga pernah merasa kamu yang terbaik, tapi berusahalah memberikan yang terbaik.)

Jangan menjadi orang lain, buanlah emosimu pada tempatnya. manfaatkan emosimu ke hal yang positif.

Dengan tiga hal tersebut SEMOGA kamu bisa menerima dan memahami orang lain.
SEMOGA BERMANFAAT ^^

xzn178'12

Selasa, 24 Juli 2012

Memulai Sebuah Perubahan


Kita ini terlalu banyak menggunakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk sesuatu di luar diri kita. Juga terlalu banyak energi dan potensi kita untuk memikirkan selain diri kita, baik itu merupakan kesalahan, keburukan,maupun kelalaian. Namun, ternyata sikap kita yang kita anggap kebaikan itu tidak efektif untuk memperbaiki yang kita anggap salah.

Banyak orang yang menginginkan orang lain berubah, tapi ternyata yang diinginkannya itu tak kunjung terwujud. Kita sering melihat orang yang menginginkan Indonesia berubah. Tapi, pada saat yang bersamaan,ternyata keluarganya 'babak belur', di kantor sendiri tak disukai, di lingkungan masyarakat tak bermanfaat. Itu namanya terlampau muluk.

Jangankan mengubah Indonesia, mengubah anaknya saja tidak mampu. Banyak yang menginginkan situasi negara berubah, tapi kenapa merubah sikap istri saja tidak sanggup. Jawabnya adalah: kita tidak pernah punya waktu yang memadai untuk bersungguh-sungguh mengubah diri sendiri. Tentu
saja, jawaban ini tidak mutlak benar. Tapi jawaban ini perlu diingat baik-baik.

Siapa pun yang bercita-cita besar, rahasianya adalah perubahan diri sendiri. Ingin mengubah Indonesia, caranya ubah saja diri sendiri. Betapapun kuatnya keinginan kita untuk mengubah orang lain, tapi kalau tidak dimulai dari diri sendiri, semua itu menjadi hampa. Setiap keinginan mengubah hanya akan
menjadi bahan tertawaan kalau tidak dimulai dari diri sendiri. Orang di sekitar kita akan menyaksikan kesesuaian ucapan dengan tindakan kita.

Boleh jadi orang yang banyak memikirkan diri sendiri itu dinilai egois. Pandangan itu ada benarnya jika kita memikirkan diri sendiri lalu hasilnya juga hanya untuk diri sendiri.Tapi yang dimaksud di sini adalah memikirkan diri sendiri, justru sebagai upaya sadar dan sungguh-sungguh untuk memperbaiki yang lebih luas.

Perumpamaan yang lebih jelas untuk pandangan ini adalah seperti kita membangun pondasi untuk membuat rumah. Apalah artinya kita memikirkan dinding, memikirkan genteng, memikirkan tiang sehebat apa pun, kalau pondasinya tidak pernah kita bangun. Jadi yang merupakan titik kelemahan manusia adalah lemahnya kesungguhan untuk mengubah dirinya, yang diawali dengan keberanian melihat kekurangan diri.

Pemimpin mana pun bakal jatuh terhina manakala tidak punya keberanian mengubah dirinya. Orang sukses manapun bakal rubuh kalau dia tidak punya keberanian untuk mengubah dirinya.Kata kuncinya adalah keberanian.Berani mengejek itu gampang, berani menghujat itu gampang, tapi, tidak sembarang
orang yang berani melihat kekurangan diri sendiri. Ini hanya milik orang-orang yang sukses sejati.

Orang yang berani membuka kekurangan orang lain, itu biasa. Orang yang berani membincangkan orang lain, itu tidak istimewa. Sebab itu bisa dilakukan orang yang tidak punya apa-apa  sekali pun. Tapi, kalau ada  orang yang berani melihat kekurangan diri sendiri, bertanya tentang  kekurangan itu secara sistematis,  lalu dia buat sistem untuk melihat kekurangan dirinya, inilah calon orang  besar.
 
Mengubah diri dengan sadar, itu juga mengubah orang lain. Walaupun dia tidak  mengucap sepatah kata pun  untuk perubahan itu, perbuatannya sudah menjadi ucapan yang sangat berarti  bagi orang lain.
Percayalah, kegigihan kita memperbaiki diri, akan membuat orang lain melihat  dan merasakannya.
 
Memang pengaruh dari kegigihan mengubah diri sendiri tidak akan spontan  dirasakan. Tapi percayalah, itu  akan membekas dalam benak orang. Makin lama, bekas itu akan membuat orang  simpati dan terdorong untuk juga  melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Ini akan terus berimbas, dan akhirnya seperti bola salju. Perubahan bergulir semakin besar.
 
Jadi kalau ada orang yang bertanya tentang sulitnya mengubah anak, sulitnya  mengubah istri, jawabannya dalam diri orang itu sendiri. Jangan dulu menyalahkan orang lain, ketika mereka tidak mau berubah. Kalau kita sebagai ustadz, kyai, jangan banyak menyalahkan santrinya. Tanya dulu diri sendiri. Kalau kita sebagai pemimpin, jangan banyak menyalahkan karyawan, lihat dulu diri sendiri seperti apa.
 
Kalau kita sebagai pemimpin negara, jangan banyak menyalahkan rakyatnya. Lebih baik para penyelenggara negara gigih memperbaiki diri sehingga bisa menjadi teladan. Insya Allah, walaupun tanpa banyak berkata, dia akan membuat perubahan cepat terasa, jika berani memperbaiki diri.Itu lebih baik dibanding banyak berkata, tapi tanpa keberanian menjadi suri teladan.Jangan terlalu banyak bicara. Lebih baik bersungguh-sungguh memperbaiki diri sendiri. Jadikan perkataan makin halus, sikap makin mulia, etos kerja makin sungguh-sungguh, ibadah kian tangguh. Ini akan disaksikan orang.

Membicarakan dalil itu suatu kebaikan. Tapi pembicaraan itu akan menjadi bumerang ketika perilaku
kita tidak sesuai dengan dalil yang dibicarakan. Jauh lebih utama orang yang tidak berbicara dalil, tapi
berbuat sesuai dalil. Walaupun tidak dikatakan, dirinya sudah menjadi bukti dalil tersebut.

Mudah-mudahan, kita bisa menjadi orang yang sadar bahwa kesuksesan diawali dari keberanian melihat
kekurangan diri sendiri. Amien.


trash or puppet

TRASH thrown at me
like I 'm TRASH
but ....
I don't care ....
because I'm not a TRASH

can't move freely
always prohibited, and that's just me!!!
like a PUPPET
but ....
I don't care ...
I will free my way
because I'm not a PUPPET

and I'm not a TRASH or PUPPPET
I 'm is I'm

I would change the TRASH into the things you look for
I would change the PUPPET will be the brain that makes you run




xzn117'12

Jika Untukku

Ya Allah,
Jika dia bukan untuk ku,
Maka berilah ganti yang lebih baik buatnya.

Ya Allah,
Jika dia bukan jodohku
maka berilah ak kekuatan tuk mengikhaskanya

Ya Allah,
Jika dia bukan jodohku
maka perbaikilah diriku tuk menjadi lebih baik

Ya Allah,
Jika ini bukan saatnya
Jika ini bukan waktunya
Jika ini bukan masanya
Maka Jarakkan kami.
Maka Pisahkan kami.
Maka jauhkan kami.
Agar terhindar dari dosa dan perkara sia-sia.
Agar terhindar dari  murkaMU.
Dan kami dapat lebih menjaga hati sert diri.

Ya Allah Tuhan semesta alam
Bila permintaanku KAU kabulkan,
Bila waktu dan jarak yang memisahkan bisa membina,
Bila waktu dan tembok yang merenggangkan bisa menuntun,
Bila kami semakin jauh bisa memperbaiki,
Ingatkan aku tentang doaku yang lalu.

Ya Allah
bila doaku KAU kabulkan
dan hal diatas terjadi
Ikhlaskan aku,dan beri ak petunjuk
bahwa ENGKAU mempunyai rencana yang lebih baik
tuk hambamu yg penuh kesalahan ini

Ya Allah
Bantulah aku menjalani hari,
Bantulah aku menerima ketentuan dengan ketabahan.
Agar terhapus semua kesedihan dan kekecewaan.
Agar dapat ku pujuk hati ;
Karna Allah Maha Mengetahui


xzn205'12

Kamis, 15 Desember 2011

14 HARI DI TANAH PATTIMURA

Panas, adalah hal yang pertama kali dirasakan sejak menginjakkan kaki ditanah Pattimura.
Landing sekitar pukul 12.30 dan hal diataslah yang pertama kalidriasakan.
sempat terbesit rasa was was di pikiran dan dihati, akn tetapi semua berubah 180 derajat setelah tahu bagaiman keadaan Ambon sesungguhnya.
Banyak hal yang dialami disana, dan semua meninggalkan kesan luar bisa
mulai dari keramah tamahan penduduk Ambon, pola hidup orang - orang Ambon, persaudaraan orang - orang Ambon, keadaan Sosial Budaya Ambon, semua meninggalkan kesan yang LUAR BIASA.
tiba pada hari sabtu tanggal 19 November 2011, kami langsung menuju bumi perkemahan, akan tetapi karena administrasi yang kurang lengkap akhirnya kami menginap di tenda keamanan bertempat di lapangan Utama.
Di lapangan tersebut kami bertemu dengan SOBRI seorang warga yang membantu kami, serta Pak Isdianto, beliau adalah kontraktor yang sedang membangun di IAIN Ambon. Dari bantuan Beliaulah kami bisa hidup selama satu malam.
Malam hari Kami bertemu dengan Rektor IAIN AMbon, yang menghampiri kami ditempat kami beristitahat.
karena penasaran dengan lokasi malm pertama sebelum kegiatan ami mensurvey lapangan, alhasil kami terkejut karena Buper masih berupa semak - semak. akan tetapi kami bertemu dengan keturunan jawa yang kuliah diLampung. LUAR BIASA.....
To Be Continue

PW TANAM MANGROVE

Jumat, 25 November 2011, kegiatan penanaman anakan mangrove yang dilakukan peserta PW X Gerakan Pramuka PTAI se-Indonesi tahun 2011 dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat sekitar. Sebagai bentuk pelestarian Alam, peserta Perkemahan Wirakarya (PW) X Gerakan Pramuka Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Indonesia tahun 2011 menanam anakan mangrove di empat titik di pesisir Teluk Ambon
Penanaman anakan mangrove tersebut dilakukan di empat lokasi, yaitu Lateri, Pesisir Negeri Lama, Poka dan Rumah Tiga. Di masing-masing lokasi tersebut ditanam sekitar 325 anakan mangrove.
Harapanya anakan mangrove yang ditanam tersebut dapat tumbuh dengan baik sehinga dapat berfungsi mencegah terjadi­nya abrasi.

PW X PTAI se-Indonesia Berakhir

PW X PTAI se-Indonesia Berakhir

Rabu 30 November 2011, Perkemahan Wirakarya (PW) X Pramuka Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Indonesia yang telah berlangsung sejak 21 November lalu akan berakhir dan ditutup oleh Direktur Perguruan Tinggi Islam (PTI) Kementerian Agama (Kemenag), Dede Rosyada.
STAIN Palangkaraya-Kaliman­tan Barat telah lebih dulu pulang Seniin 28 November 2011
Rabu 30 November 2011  pagi, STAIN Watampone-Sulawesi Selatan, IAIN Jambi, IAIN Sultan Maulana Hasanuddin-Banten, STAIN Kerinci-Jambi, STAIN Kendari-Sulawesi Tenggara, IAIN Cirebon-Jawa Barat, STAIN Salatiga-Jawa Tengah dan STAIN Pontianak-Kalimantan Barat.
Rabu 30 November 2011 siang hingga sore, yaitu UIN Alaudin Maka­ssar-Sulawesi Selatan, STAIN Peka­longan-Jawa Tengah, STAIN Pare-Pare, STAIN Batu Sangkar-Sumatera Barat, STAIN Palopo, IAIN Sunan Ampel Surabaya dan STAIN Ponorogo-Jawa Timur
Momentum PW X Gerakan Pramuka PTAI se-Indonesia dapat membangun suatu prespektif pembelajaran bahwa kehidupan kebersamaan itu menjadi penting, sehingga juga dapat membangkitkan kegiatan-kegiatan pramuka yang ada di daerah ini.
Harapan besar kita adalah peserta bisa kembali ke dae­rahnya masing-masing membawa pencerahan dan pencitraan Ambon setelah melihat situasi dan kondisi kota ini
Kamis , 1 Desember 2011, kontingen yang akan kembali ke daerah asalnya, yaitu IAIN Medan, STAIN Purwo­kerto, IAIN Ar Raniry Aceh, IAIN Raden Intan Lampung, IAIN Antasari Banjarmasin, STAIN Bukit Tinggi, IAIN Padang, STAIN Metro Lampung, STAIN Salatiga, STAIN Tulungagung, IAIN Gorontalo, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, IAIN Raden Fatah Palembang, IAIN Surakarta, UIN Maulana Malik Ibra­him Malang, STAIN Padang Sidem­puan, IAIN Walisongo Semarang, UIN Syarieh Hidayatullah Jakarta, STAIN Kudus  dan STAIN Jember.
Jumat 2 Desember 2011, juga akan menyusul UIN Sunan Gunung Djati Bandung, STAIN Bengkulu, STAIN Alfatah Jayapura, STAIN Sorong dan STAIN Pekalongan,
STAIN Manado yang akan kembali, Selasa

Wamenag Buka PW X Pramuka PTAI Se-Indonesia

Wamenag Buka PW X Pramuka PTAI Se-Indonesia

Senin,21 November 2011 pagi, Wakil Menteri Agama (Wa­menag) Nazaruddin Umar akan membuka Perkemahan Wirakarya (PW) X Gerakan Pramuka Per­gu­ruan Tinggi Agama Islam (PTAI) Se-Indonesia.
Perkemahan yang akan ber­lang­sung di Bumi Perkemahan Al-Mulk, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon hingga 30 November mendatang tersebut akan diikuti 51 PTAI se-Indonesia dan 29 perguruan tinggi non PTAI, perwakilan Kwartir Cabang (Kwar­cab) se-Maluku serta sejumlah Gugus Depan (Gudep) di Pulau Ambon.

Dijelaskan, menjelang pembukaan PW X Pramuka PTAI Se-Indonesia tahun 2011 sejumlah pejabat di Ke­menterian Agama telah tiba di Ambon diantaranya Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Agama Islam Muhammad Ali, Direktur Perguruan Tinggi Islam Dede Rosyada dan sejumlah pejabat lainnya.


Dedi Djubaedi  PW X Pramuka PTAI Se-Indonesia ta­hun 2011 merupakan suatu alat pendidikan non formal bagi pramuka penegak dan pandega yang terga­bung dalam gugus depan (gudep) di kampus PTAI.
“Kegiatan-kegiatan selama PW X Pramuka PTAI Se-Indonesia tahun 2011 dilaksanakan dalam bentuk perkemahan dan diisi dengan kegiatan-kegiatan edukatif, produk­tif, kreatif, rekreatif dan inovatif,” ungkapnya.
Ia juga berharap dukungan mas­yarakat untuk menyukseskan pe­nye­lenggaraan PW X Pramuka PTAI Se-Indonesia tahun 2011.
“Mari kita sama-sama menun­jukkan kepada dunia bahwa Provinsi Maluku sudah aman dan damai, sehingga dapat menjadi tuan rumah event nasional. Event ini juga men­jadi starting point yang bagus untuk pelaksanaan event-event nasional di daerah ini,” katanya.
Sementara itu, di tempat yang sama, Dirjen Pendidikan Agama Islam, M Ali mengharapkan melalui penyelenggaraan PW X Pramuka PTAI Se-Indonesia tahun 2011 dapat terwujud kebersamaan di antara sesama komponen bangsa.


Saat ini gera­kan pramuka sementara dijadi­kan sebagai salah satu pendidikan karak­ter bangsa sehingga dengan sukses­nya PW X Pramuka PTAI Se-Indonesia tahun 2011, maka karakter ke­bangsaan para anggota pramuka dapat meningkat sehingga dapat menjadi kader-kader penerus kepe­mimpinan bangsa. 

Pramuka Muslim Bersihkan Gereja Maranatha

Pramuka Muslim Bersihkan Gereja Maranatha

Perkemahan Wirakarya (PW) X Gerakan Pra­muka Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Indonesia tahun 2011, melakukan karya bhakti membersihkan Gereja Maranatha-Ambon, Selasa (22/11).
Perwakilan peserta dari 51 PTAI yang mengikuti PW X Gerakan Pramuka PTAI se-Indonesia ter­sebut terlihat berse­mangat selama hampir dua jam bekerja bersama-sama member­sihkan halaman Gereja Mara­natha.
kegiatan yang dila­kukan di Gereja Maranatha ter­sebut, merupakan bhakti sosial pertama yang dilaku­kan para peserta setelah event dua tahun­an tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nazaruddin Umar di Bumi Perkemahan Al-Mulk, Kom­pleks Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Senin (21/11).
kegiatan tersebut selain sebagai salah satu program yang dilaksanakan selama PW X Gerakan Pramuka PTAI se-Indonesia berlangsung, juga dimaksudkan untuk menjalin kebersamaan dan persaudaraan antara mahasiswa dari berbagai PTAI di Indonesia dengan masyarakat setempat.
peserta juga melakukan pembersihan sarana dan jaringan air bersih di kawasan Kahena dan Air Besar, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon serta penyuluhan tentang kesehatan masyarakat di sejumlah lokasi.
Agen Perdamaian
  Sejak kita tiba di Ambon, Sabtu (19/11) lalu, ternyata kehi­dupan warga Kota Ambon berbeda dengan pemberitaan-pemberitaan di televisi. Semula kita takut, namun setelah tiba ternyata tidak seheboh yang ada di televisi
 Sebelum berangkat ke Ambon memang ada rasa takut apalagi pemberitaan menyangkut situasi dan kondisi keamanan Kota Ambon di media-media televisi sangat menakutkan. Namun setelah tiba di Ambon ternyata sangat berbeda. Kita bah­kan sempat jalan-jalan ke pasar membeli perlengkapan dan kebutu­han per­kemahan dan ternyata masyarakat Ambon sangat ramah,
Khitanan Massal
Peserta PW X Gerakan Pramuka PTAI se-Indonesia juga menggelar aksi sosial khitanan massal di Puskesmas Air Besar (Arbes), Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Selasa (22/11).

Selasa, 15 November 2011

Rih-Sang

Ing awang - awang
atiku tumangsang 
ngupadi Rih-Sang 
Ing ngisor kebak carang 
Pancoban lan Pepalang 
Keplantrang cedhak sendang 
warih angarih sowang sesawang


 Kena Pamiluting dasih 
Ati kang kebak sesawang endah 
marsudi kang Rih-Sang 
Gumregah ing langkah, jumangkah ndepani jangkah 
sing ka-angkah hamung manembah 
mring gusti kang paring panembah 
uga paring berkah 
 

pepalang, panyandhang, panyawang 
Ng-emulsih pepandhang ujud sihing Rih-Sang 
Rih-sang Astamu, Rih-sang tekadmu, Rih-sang Gumolongmu 
Kacipta, karasa, kabudi lan kakarsa 
Nyawiji mujudake anteping atimu kang Rih-sang

Selasa, 08 November 2011

pembina

BAB 1
PENGHAYATAN ANGGARAN DASAR PRAMUKA
Pendahuluan

Faktor yang melatarbelakangi Kepres RI No. 104 Tahun 2004 dan SK Kwarnas No. 086 tahun 2005 tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka adalah :
 Jiwa ksatria yang patriotik dan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang adil dan makmur dalam material, spiritual dan beradab.
 Kesadaran bertanggung jawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
 Upaya pendidikan bagi kaum muda dengan sasaran meningkatkan Sumber Daya Manusia dalam mewujudkan masyarakat madani dan melestarikan kebutuhan yakni : Negara Kesatuan Republik Indonesia, ideologi dan lingkup nusantara.
Fungsi Anggaran dan Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dalam Gerakan Pramuka yakni :
 Landasan hukum dan pengambilan kebijakan gerakan Pramuka
 Petunjuk pelaksanaan
Pokok Bahasan
Gerakan Pramuka didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan, berdasarkan Keputusan Presiden No. 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961. Gerakan ini bernama Gerakan Pramuka yaitu gerakan kepanduan Praja Muda Karana (Rakyat muda yang berkarya). Tugas pokok gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi generasi muda yakni generasi yang lebih lanjut dapat bertanggung jawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan serta menciptakan dunia yang lebih baik.
 Sifat gerakan Pramuka
 Gerakan Pramuka adalah nama kepanduan yang ada di Indonesia.
 Organisasi pendidikan yang anggotanya sukarela, tidak melihat pada unsur Suku, Agama dan Ras (SARA)
 Ikut membantu masyarakat dengan pendidikan non formal, di luar sekolah dan keluarga.
 Menjamin kemerdekaan tiap anggota untuk beragama dan beribadah sesuai agamanya.
 Usaha-usaha yang dilakukan Gerakan Pramuka
 Usaha untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka dilakukan dengan berbagai cara, misalnya :
 Budi pekerti lewat pemantapan moral, fisik, pengetahuan dan pengalaman. Dilakukan lewat beberapa hal, yakni :
• Penguatan agama, iman dan taqwa
• P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila)
• Menciptakan kerukunan beragama
• Kepedulian terhadap alam dan lingkungan
 Memupuk persatuan dan kesatuan bangsa
 Memupuk perasaan cinta tanah air
 Memupuk persaudaraan nasional dan internasional
 Memupuk percaya diri, inovatif dan kreatif
 Memupuk rasa tanggung jawab dan disiplin
 Memupuk kewiraan dan leadership.
 Membina dan melatih panca indera, daya pikir, keterampilan dan hasta karya.
 Bentuk kegiatan yang menarik, menyenangkan, sehat, teratur dan terarah, praktis, dilakukan di alam terbuka dengan tujuan pembentukan mental.
 Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan untuk memupuk rasa persaudaraan dan perdamaian.
 Bakti masyarakat dan ekspedisi
 Mengadakan kemitraan, kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain.
 Kerjasama dengan instansi dalam pembangunan nasional
 Memasyarakatkan gerakan Pramuka di kalangan kaum muda.
 Diadakan sarana dan prasarana yang memadai

BAB 2
KEPRAMUKAAN (SEJARAH)
Pengertian
Kepramukaan adalah suatu proses pendidikan dalam bentuk kegiatan menarik dan menyenangkan bagi anak-anak di bawah tanggung jawab orang dewasa, dilaksanakan di alam terbuka, di luar sekolah dan keluarga, dengan menggunakan prinsip dan metode khusus. Kepramukaan juga didefinisikan sebagai :
 Suatu gerakan pendidikan
 Suatu proses
 Aktivitas dinamis, bergerak maju sepanjang hayat.
 Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk komunikasi antara pembina dan peserta didik.
Gerakan Pramuka adalah nama organisasi yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia, Pramuka adalah nama diri anak didik yang dibina dalam gerakan Pramuka sedangkan kepramukaan adalah ilmu dan materi-materi yang diajarkan dalam gerakan Pramuka.
Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana (Sri Sultan Hamengkubuwono IX), juga dianggap merupakan perpaduan kata pra yang artinya sebelum, dan muka yang artinya depan (yang terdepan). Diharapkan anggota Pramuka mampu menjadi yang terdepan.
Sifat
Resolusi kepanduan dunia di Kopenhagen Denmark mengungkapkan bahwa sifat gerakan Pramuka yakni :
 Nasional, yakni sebagai keadaan, kebutuhan dan kepentingan negara.
 Internasional, yakni sebagai salah satu cara menciptakan perdamaian dunia.
 Universal. Maksudnya semua negara di dunia ini menjadi media dalam kegiatan kepanduan.
Fungsi
Sebagai sebuah permainan (game) yakni permainan yang digunakan sebagai sarana pendidikan.
 Sebagai sebuah pekerjaan, yakni pekerjaan yang membutuhkan tanggung jawab jiwa dari orang dewasa.
 Sebagai pencapaian maksud yakni alat untuk membentuk manusia berkualitas tinggi, sebagai pelengkap pendidikan di sekolah dan keluarga. Kegiatan dalam kepramukaan harus :
o Diprogramkan
o Direncanakan
o Dilaksanakan
o Dievaluasi
Asal-usul
Kata Pramuka dalam bahasa Inggris disebut dengan scout. Berasal dari kata out – scout (di luar) atau scouting (kebanyakan di luar). Awalnya didirikan oleh Lord Robert Stephenson Smith Baden Powell of Gilwell. Salah seorang warga Inggris yang dilahirkan di London pada 22 Februari 1857. Ia melihat saat itu banyak anak muda Inggris yang mengalami kerusakan moral. Karenanya ia berinisiatif untuk mengadakan kegiatan yang dilakukan di luar rumah, sifatnya menarik dan menantang. Beliau akhirnya dikenal sebagai Bapak Pandu Sedunia. Istri Baden Powel bernama Olive Simclair Swames, lahir pada tanggal 22 Februari 1889. Baden Powell meninggal pada tanggal 8 Januari 1941 di Kenya, Afrika. Nama gerakan Pramuka mengalami perubahan beberapa kali, yakni :
 1908 – Scout oleh Bapak Pandu Sedunia
 1912 – Padvinder (Belanda) – Nederland Padvinder Organization (NPO)
 1914 – Nederland Indische Padvinder Organization (NIPV)
 1916 – Javasche Padvinder Organization (JPO) oleh Mangkunegara VII
 1918 – Padvinder Moehammadiyah oleh KH. Ahmad Dahlan
 1920 – Hizbul Wathan (HW)
 1928 – Pandu.
H. Agus Salim pendiri Syarikat Islam menyebutkan Pandu Anshor (NU), setelah peringatan Sumpah Pemuda dan dikenalnya lagu Indonesia Raya, namanya kembali berubah menjadi Pandu.
 1930 – terjadi Fusi (Penyatuan), mengubah namanya menjadi Kepanduan Bangsa Indonesia (KPI)
 1931 – Persatuan Angkatan Pandu Indonesia (PAPI)
 1940 – Perkino
 1943 – Sheinen Sheinondan (saat Jepang menjajah Indonesia)
 1945 – Pandu Rakyat Indonesia
 1951 – Ikatan Pandu Indonesia (Ipindo)
 1954 – Poppindo dan PKPI
 1958 – Seminar Kepanduan
 1960 – Ipindo dan Poppindo serta PKPI melebur adlam Perkindo
 1961 – Gerakan Pramuka, berdasarkan Skep No. 238 tahun 1961. Itulah yang digunakan hingga tahun kini. Penyerahan panji negara pada gerakan Pramuka dilakukan pada 14 Agustus 1961, yang kemudian diperingati sebagai hari lahir Pramuka Indonesia, setelah sebelumnya yakni pada 20 Mei 1961 ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang gerakan Pramuka.
Pada tahun 1967, gerakan Pramuka Indonesia terdaftar di Pandu se-Dunia, menyusul pada tahun 1975 Pandu Putri Indonesia. Lima Unsur utama :
 Prinsip Dasar Kepramukaan
 Metode Kepramukaan
 Kode Kehormatan Pramuka
 Motto Gerakan Pramuka
 Kiasan Dasar Gerakan Pramuka
BAB 3
PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN
Pengertian
Prinsip Dasar Kepramukaan adalah taqwa pada Tuhan, peduli bangsa dan tanah air serta alam semesta.
Fungsi
Prinsip Dasar Kepramukaan berfungsi sebagai :
 Norma hidup bagi anggota
 Landasan kode etik
 Pedoman
 Landasan dalam mencapai tujuan
Prinsip Dasar Kepramukaan ditumbuhkembangkan melalui penghayatan. Hakikat Pramuka sebenarnya adalah menerima secara sakral. Prinsip Dasar Kepramukaan yakni :
 Iman dan taqwa
 Peduli bangsa dan tanah air, peduli kepada sesama hidup dan juga alam semesta.
 Peduli diri pribadi
 Taat pada kode kehormatan
BAB 4
METODE KEPRAMUKAAN
Metode adalah cara yang dilakukan untuk mendapatkan tujuan semudah mungkin. Kegiatan dalam kepramukaan harus menantang dan menarik, juga menyenangkan. Unsur dalam metode kepramukaan yakni :
 Pengamalan kode kehormatan, melalui :
 Ibadah sesuai agama masing-masing
 Suka menolong dan tidak mudah putus asa
 Menepati janji dan jujur
 Belajar sambil melakukan, dengan cara :
 Sebanyak mungkin melakukan praktik praktis
 Lebih banyak melakukan daripada menonton
 Sistem kelompok, bertujuan untuk :
 Belajar dipimpin dan memimpin
 Sebagai wadah untuk membangun kerukunan
 Kegiatan menantang dan mengikat
 Menantang dan menarik minat
 Kreatif, inovatif dan rekreatif
 Disesuaikan dengan usia dan jasmani
 Kegiatan di alam terbuka, untuk :
 Menunjukkan saling ketergantungan antara manusia dan alam
 Menjaga lingkungan demi masa depan generasi
 Membina kerjasama dan rasa memiliki alam
 Sistem tanda kecakapan, melalui :
 SKU (Syarat Kecakapan Umum) yang disimbolkan lewat pemasangan TKU (Tanda Kecakapan Umum)
 SKK (Syarat Kecakapan Khusus) yang disimbolkan lewat pemasangan TKU (Tanda Kecakapan Khusus)
 SPG (Syarat Pramuka Garuda) yang disimbolkan lewat TPG (Tanda Pramuka Garuda)
 Sistem satuan terpisah, dengan melakukan pembinaan bagi putera oleh pembina putra. Begitu juga, peserta didik puteri dibina oleh puteri.
 Sistem Among
Ing Ngarso sing Tulodo
Ing Madyo Mangun Karso
Tut Wuri Handayani
Metode kepramukaan merupakan ciri khas pendidikan
BAB 5
KODE KEHORMATAN PRAMUKA
Pengertian
Kode kehormatan adalah suatu norma kesadaran mengenai akhlak yang tersimpan dalam hati orang sebagai akibat orang tersebut tahu akan harga dirinya. Pada Pramuka, kode kehormatan merupakan janji dan ketentuan moral. Kode Kehormatan pada Pramuka
 Satya : Janji seorang Pramuka
 Darma : Ketentuan moral yang harus dipatuhi
Satya Pramuka
 Yakni menjadi :
• Janji yang diucapkan
• Tindakan pribadi, dan
• Titik tolak proses pendidikan
Darma Pramuka
 Merupakan :
 Alat proses pendidikan
 Upaya memberi pengalaman praktik
 Landasan gerak gerakan Pramuka
 Kode etik organisasi
 Kode kehormatan disesuaikan dengan perkembangan jasmani dan rohani.
Siaga (7 -10 tahun)
 Memiliki kode kehormatan yang disebut dengan Dwi Satya dan Dwi Darma
 Dwi Satya
 Demi Kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
• Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan mengikuti Tata Krama Keluarga
• Setiap hari berbuat kebaikan
 Dwi Darma
 Siaga itu :
• Berbakti pada ayah dan bundanya
• Berani dan tidak putus asa
Penggalang (11 – 16 tahun)
 Memiliki kode kehormatan yang disebut Tri Satya dan Dasa Darma.
 Tri Satya
 Demi kehormatanku aku berjanji :
• Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
• Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
• Menepati Dasa Darma
Dasa Darma
Pramuka Itu :
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta Alam dan Kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan ksatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, terampil dan gembira
7. Hemat, cermat dan bersahaja
8. Disiplin, berani dan setia
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan



Penegak (17 – 20 tahun) dan Pandega (21 – 25 tahun)
Memiliki kode kehormatan yang disebut Tri Satya dan Dasa Darma.
Tri Satya
Demi kehormatanku aku berjanji :
• Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
• Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
• Menepati Dasa Darma
Dasa Darma
Pramuka Itu :
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta Alam dan Kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan ksatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, terampil dan gembira
7. Hemat, cermat dan bersahaja
8. Disiplin, berani dan setia
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
BAB 6
MOTTO GERAKAN PRAMUKA
Pengertian
Motto adalah semboyan yang diciptakan dalam usaha memberikan spirit bagi anggota dan visi dan misi lembaga
Motto Gerakan Pramuka
Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan
Fungsi Motto
 Menambah rasa percaya diri
 Menambah semangat pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara
 Setiap mengamalkan satya dan darma selalu ada motto
 Rasa bangga menjadi anggota Pramuka
 Memiliki budaya kerja yang dilandasi oleh pengabdian
BAB 7
KIASAN DASAR GERAKAN PRAMUKA
Satuan
Kantor Pusat disebut dengan Kwartir yang berarti Markas.
 Siaga yakni anggota Pramuka yang berumur 7 – 10 tahun. Satuannya adalah Perindukan. Perindukan terdiri atas beberapa barung. (tempat penjaga rumah/ bangunan).
 Penggalang yakni anggota Pramuka yang berusia 11 – 16 tahun. Satuannya adalah Pasukan. Pasukan terdiri atas beberapa regu(gardu, pangkalan untuk ronda).
 Penegak yakni anggota Pramuka yang berusia 17 – 20 tahun. Satuannya adalah Ambalan. Ambalan terdiri atas beberapa sangga (rumah penggarap sawah).
 Pandega adalah Pramuka yang berusia 21 – 25 tahun. Satuannya adalah Racana (pondasi atau alas tiang umpak – atap)
Penggunaan Kiasan Dasar
 Dimaksudkan untuk mengembangkan :
 Kembangnya imajinasi peserta didik
 Mendorong kreatifitas dan keikutsertaan dalam kegiatan
 Penggunaan Kiasan Dasar disesuaikan dengan tingkat perkembangan jiwa peserta didik. Misalnya :
 S = Hal-hal yang bersifat fantastik dan menyenangkan (hijau)
 G = Hal-hal yang berhubungan dengan jiwa kepahlawanan (merah)
 T = Hal-hal yang berkaitan dengan kemasyarakatan (kuning)
 D = Simulasi tentang jabatan kepemimpinan (cokelat)
BAB 8
SISTEM PENDIDIKAN DALAM GERAKAN PRAMUKA
Pikiran Orang Dewasa
“Saya belajar kalau saya mau, saya mau belajar kalau itu perlu, saya anggap perlu kalau itu menguntungkan. Saya merasa beruntung kalau pekerjaanku, karyaku berhasil dan orang lain atau masyarakat menghargai aku dan karyaku”. Orang dewasa itu dikatakan dewasa jika bersifat mandiri, peduli, bertanggung jawab dan memiliki komitmen. Cara mendewasakan orang dewasa dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan membina :
 Moral/ mental dan spiritual
 Fisik
 Intelektual
 Emosional
 Sosial
Pandega berarti orang dewasa muda
Kepramukaan dilakukan untuk meng-Indonesia-kan anak bangsa yang ber-bhinneka sebagai manusia yang ber-Imtaq dan ber-iptek
BAB 9
MEMAHAMI PESERTA DIDIK DAN KEBUTUHANNYA
Dasar Pertimbangan
 Psikologis
 Kegiatan akan menarik dan berhasil jika disesuaikan dengan minat, bakat, kemampuan dan keinginan peserta didik.
 Sosiologis
 Secara naluri, peserta didik akan merasa ikut serta memiliki, dan akan aktif mengikutinya.
 Kebutuhan Peserta Didik
 Tempat dan kesempatan : untuk memperoleh kegiatan yang mungkin untuk dilaksanakan
 Peningkatan daya cipta (kreativitas)
 Daya pembaharuan (inovasi)
 Upaya memenuhi Kebutuhan Peserta Didik
 Sajikan kegiatan yang menarik sesuai kebutuhan mereka dengan mengarah kepada kegiatan kehidupan beragama.
 Pemeliharaan kesehatan dan ketangkasan
 Pelestarian seni budaya
 Kegiatan Produktif
 Ketahanan mental, spiritual, emosional dan sosial
BAB 10
PROGRAM KEGIATAN PESERTA DIDIK (PRODIK)
Untuk membuat program kegiatan peserta didik perlu diperhatikan langkah-langkah berikut :
• Apa yang akan dilakukan?
• Apa tujuannya?
• Metode apa yang akan dipakai?
• Macam-macamnya? Program tahunan, bulanan, mingguan atau pertemuan?
• Hal yang perlu diperhatikan : menarik dan menantangkah kegiatannya?
• Sumber bahan? Mula, bantu, tata (SKU), SKK, Hasil pengamatan?
Langkah-langkah menyusun! Sesuaikan dengan golongan
 Sasaran kegiatan :
 Spiritual h. Keterampilan
 Patriotisme i. Pembangunan watak
 Disiplin j. Seni Budaya
 Kecerdasan k. Lomba
 Ketangkasan l. Kesehatan
 Pengetahuan m. Perdamaian dunia
 Gotong royong
Yang bertugas membuat program adalah dewan satuan.
BAB 11
UPACARA SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN
 Upacara adalah serangkaian perbuatan yang ditata dalam suatu ketentuan.
 Tujuan upacara dalam gerakan Pramuka yakni :
 Membangun ketertiban dalam hidup
 Belajar untuk dipimpin dan memimpin
 Meningkatkan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
 Dilakukan dalam suasana khidmat
 Macam-macam upacara
 Upacara umum
 Upacara pembukaan dan penutupan
 Tiga versi upacara berdasarkan kehadiran pembina
 Pembina hadir dan bersedia menjadi pembina upacara
 Pembina hadir tapi tidak bersedia menjadi pembina upacara
 Pembina tidak hadir
BAB 12
FORUM DALAM KEPRAMUKAAN
 Forum SGTD
 Pertemuan Dewan Satuan (Siaga), yang diketuai oleh seorang pradana.
 Pertemuan Dewan Kehormatan (Penggalang), yang diketuai oleh seorang pimpinan regu (Pinru)
 Yang dibicarakan dalam forum ini adalah Program Kerja (Pogja), Penerimaan Anggota Baru (PAB), Pelantikan, renungan jiwa.
 Pertemuan Besar
 Siaga (S)
• Pesta siaga
• Bazaar
• Gerak dan lagu
• Karnaval
• Pameran lukisan
 Penggalang (G)
• Jambore (Mulai tingkat Ranting, Cabang, Daerah, dan Nasional)
• Lomba Tingkat (1, 2, 3, 4 dan 5)
 Penegak (T)
• Bakti Masyarakat
 Pandega (D)
• Satuan Karya (Saka)
• Perkemahan Wirakarya
• Raimuna
 Latihan Keterampilan
BAB 13
PERTEMUAN SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN
Fungsi
 Fungsi pertemuan dalam kepramukaan adalah untuk :
 Menjadi wadah tukar menukar informasi
 Terciptanya media kegiatan peserta didik yang terintegrasi
 Pertemuan berdasar Metode dalam Kepramukaan, sehingga terarah dengan baik
 Pertemuan disesuaikan dengan usia dan berpegang pada satuan terpisah
 Cara memasukkan nilai pendidikan dalam pertemuan
 Tetapkan sasaran tegas (penilaian)
 Tetapkan Prinsip Dasar Kepramukaan
 Libatkan secara penuh PDD
 Praktek praktis :
• Learning by doing
• Learning by teaching
• Doing to learn
• Learning to earn (makan)
• Earning to life
• Life for server
 Pertemuan diprogramkan
 Bersumber pada Dasa Darma dan Tri Satya
 Semua program dilakukan untuk mendapatkan SKU dan SKK
 Peserta didik sebagai pelaksana dengan tujuan perkembangan jiwa leadership dan terjalinnya komunikasi yang baik

BAB 14
MAJELIS PEMBIMBING GERAKAN PRAMUKA
Mabigus (Majelis Pembimbing Gugus Depan) dipilih lewat Mugus (Musyawarah Gugus Depan). Mabi berperan memberi bimbingan, bantuan moril dan organisatoris, bantuan material dan juga finansial kepada kwartir. Mabi wajib berkoordinasi dengan jajarannya.
 Pembagian mabi :
 Mabinas (Majelis Pembimbing Nasional) berpangkalan di pusat (Jakarta, Indonesia)
 Mabida (Majelis Pembimbing Daerah) terletak di ibukota Propinsi. Untuk daerah Sulawesi Selatan terletak Makassar.
 Mabicab (Majelis Pembimbing Cabang) berada di Ibukota kabupaten. Daerah Luwu Utara di Masamba.
 Mabisaka (Majelis Pembimbing Satuan Karya).
 Mabiran (Majelis Pembimbing Ranting) terletak di ibukota kecataman. Di Bone-Bone.
 Mabisa (Majelis Pembimbing Desa) terletak di kantor desa.
 Mabigus (Majelis Pembimbing Gugus Depan) terletak di sekolah.
 Mabigus terdiri atas :
 Seorang ketua
 Seorang atau beberapa orang wakil ketua
 Seorang sekretaris
 Beberapa anggota
 Pada level perguruan tinggi, SK Pengurus diserahkan kepada Kwarda (Kwartir Daerah)
BAB 15
MEMBINA PRAMUKA
Pengertian
Membina Pramuka adalah giat yang : memperkenalkan, menumbuhkan, membimbing/ mengembangkan kepribadian, pengetahuan, dan kecenderungan peserta didik menjadi manusia yang kreatif, inovatif dan mandiri.
 Hakikat Membina
 Hakikat membina adalah membentuk manusia seutuhnya.
 Membina dapat dilaksanakan secara formal, informal dan non-formal.
 Hal yang perlu diketahui :
 Tentang anak didik
 Tentang metode yang akan digunakan untuk membina anak didik
 Faktor yang mempengaruhi keberhasilan
 Keadaan peserta didik
 Kondisi lingkungan
 Keadaan sarana dan prasarana
 Membina sebenarnya bukan melatih Pramuka untuk tahu apa, tapi untuk menjadi apa.
 Manusia yang ingin dicapai
 Manusia yang :
 Mandiri
 Peduli
 Bertanggung jawab, dan
 Teguh janji
BAB 16
MENCIPTAKAN KEGIATAN YANG MENARIK
Untuk menciptakan kegiatan yang menarik, maka salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah menempatkan anak didik sebagai subjek (pelaku), bukan sebagai objek. Anak didik mestinya lebih banyak menjadi pemain daripada sekedar penonton. Peserta dilibatkan untuk menciptakan kegiatan menarik dan sesuai aspirasi mereka. Kegiatan menjadi menantang atau tidak ditentukan oleh peserta didik, bukan oleh pembina.
 Peserta didik belajar sambil melakukan, sasarannya adalah :
 Peserta didik merasakan bagaimana acara kegiatan
 Peserta didik merasakan proses yang dilakukan
 Peserta didik belajar cara mengatasi masalah
 Kegiatan yang menantang dan menarik adalah :
 Kegiatan tersebut baru dilakukan, bisa diperoleh dengan melakukan inovasi. Kegiatan yang telah berulang-ulang dilakukan akan menimbulkan perasaan bosan pada peserta didik.
 Dapat mengembangkan kreativitas peserta.
 Dapat mengembangkan berbagai keterampilan yang dimiliki peserta didik.
 Bermanfaat bagi peserta didik dan masyarakat.
 Kegiatan yang mengandung pendidikan
 Kaum muda sukses dalam kegiatan
 Segala upaya dilakukan untuk mencapai tujuan
 Ada pengembangan, pengetahuan dan pengalaman di dalamnya
 Sesuai dengan jika peserta didik.
 Cara menyusun kegiatan yang menarik
 Pembina melibatkan peserta
 Lakukan pengelompokan sejenis
 Perhatikan :
• Skala prioritas
• Sesuaikan dengan kondisi waktu dan tempat
• Program yang selaras dengan tujuan
• Kondisi masyarakat
 Pembina mengajak pimpinan regu memilih metode yang tepat.
BAB 17
KOMUNIKASI DAN BERGAUL DENGAN PESERTA DIDIK
 Komunikasi yang baik dan pergaulan yang harmonis antara pembina dengan peserta didik akan menjadi faktor pendukung keberhasilan pendidikan kepramukaan.
 Bergaul adalah segenap aktivitas penyatu panduan antara giat peserta didik dan pembina yang saling mempengaruhi untuk mencapai kesuksesan.
 Prinsip-prinsip hubungan insani :
 Adanya sinkronisasi dengan tujuan program pendidikan bagi peserta didik
 Terciptanya suasana kerja yang menyenangkan
 Adanya informalitas yang wajar
 Penghargaan atas prestasi yang telah dilakukan
 Tips komunikasi yang baik
 Bersikap sopan
• Tepati janji
• Hargai orang lain
• Pandai-pandailah berterima kasih
 Jika berucap, usahakan orang lain mengerti dengan jelas apa yang kita ucapkan. Berbicaralah dengan tempo yang tidak terlalu cepat, juga tidak terlalu lambat. Sesuaikan suara dengan kondisi.
 Berusahalah untuk menjadi ramah dan bersahabat dengan peserta didik.
 Pramuka adalah agent of change : Pembaharu selama hayat. Untuk Pramuka siaga, menjadi pembaharu di lingkungan keluarga. Penggalang menjadi pembaharu di keluarga, masyarakat dan lingkungan, sedangkan penegak dan Pandega menjadi pembaharu di lingkungan luas.
BAB 18
PERAN, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PEMBINA PRAMUKA
Peranan Pembina
 Pembina adalah anggota dewasa yang terlibat langsung dalam kegiatan dengan memperhatikan terpenuhinya kebutuhan kebutuhan peserta, kegiatan yang berkonsep kekinian, menarik dan menantang.
 Dalam berinteraksi dengan peserta didik, tidak pernah terlepas dari Prinsip dasar kepramukaan, metode kepramukaan dan sistem among.
 Pembina adalah sukarelawan yang memiliki komitmen tinggi terhadap prinsip-prinsip dalam kepramukaan dan sebagai mitra peserta didik.
 Tugas Pembina Pramuka
 Memperhatikan 3 pilar pendidikan atau kegiatan, yakni :
 Kegiatan modern, terkini dan baru
 Bermanfaat bagi peserta didik
 Taat pada kode kehormatan Pramuka
 Sukarelawan yang menempatkan posisinya sebagai mitra bagi peserta didik. Peserta didik menjadi sumber pendidikan. Pembina bertugas untuk memberi motivasi, stimulus, bimbingan, bantuan dan menyediakan fasilitas bagi peserta didik.
 Membantu gugus depan dalam hubungan masyarakat, orang tua, wali dan masyarakat.
 Tanggung Jawab Pembina
 Terselenggaranya kepramukaan pada satuan Pramuka
 Melaksanakan kegiatan berlandaskan pada metode kepramukaan dan prinsip dasar kepramukaan
 Sesuai dengan visi misi gerakan Pramuka dalam kemandirian dan kepedulian masyarakat
 Terwujudnya peserta didik yang berkepribadian baik, berwatak dan berjiwa Pancasila serta menjadi anggota masyarakat yang baik.
 Bertanggung jawab pada Tuhan, masyarakat, lingkungan dan diri sendiri.
 Jumlah Pembina
 Tugas pembina cukup berat, maka jumlah pembina diatur sebagai berikut :
 Pembina siaga 1 orang, minimal 20 tahun
 Pembantu Pembina 25 tahun
 Pembantu pembina penegak 1 orang, minimal 23 tahun
 Pembina pandega 1 orang, minimal 25 tahun
 Pembantu pembina pandega 1 orang, minimal 25 tahun
 Pembina setidaknya pernah mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD)
BAB 19
 SKU/ TKU, SKK/ TKK, SPG/ TPG
 SKU/ TKU (Syarat Kecakapan Umum/ Tanda Kecakapan Umum)


 Gambar 2. SKU/ TKU
  
 SKK/ TKK (Syarat Kecakapan Khusus/ Tanda Kecakapan Khusus)
 Gambar 3. SKK/ TKK
 Tingkatan TKK
 Pada tingkatan S hanya ada 1 tingkat, bentuknya segitiga.

 TKK pada tingkat G, T, dan D terdiri atas 3 tingkat, yakni :
 Purwa, berbentuk lingkaran, dengan garis pinggir, dan diameter 2,5 cm.
 Madya, berbentuk persegi, dengan ukuran sisi + 2,5 cm
 Utama, berbentuk segi lima beraturan.
 Yang membedakan antara G, T dan D dalam TKK adalah warnanya. Untuk G berwarna merah, sedangkan pada T dan D berwarna kuning.
 TKK Wajib
 Berjumlah 10 buah, beberapa di antaranya adalah : berkemah, menabung, menjahit, pengamat.
 SPG/ TPG (Syarat Pramuka Garuda/ Tanda Pramuka Garuda)
 Pramuka garuda adalah seorang Pramuka yang dapat menjadi teladan dan telah memenuhi syarat sebagai seorang Pramuka garuda.
 SPG sesuai dengan golongan usia, dibedakan lewat warna dasar.
 Pada siaga, TPG dapat diberikan ketika telah memenuhi SKU Tata
 Pada penggalang, TPG diberikan ketika telah memenuhi SKU Terap
 Pada penegak, TPG dapat diberikan ketika telah memenuhi SKU Laksana
 Logo Pramuka garuda (background warna sesuai dengan tingkatan)
 Pada upacara, icon digantung pada kalung.
BAB 20
KIASAN PADA MASING-MASING GOLONGAN
 Siaga
 Kemudian segeralah kita memulai dengan pembangunan yang membutuhkan bantuan yang tinggi dan penataan yang baik. Diinspirasi oleh sejarah pendirian Budi Utomo pada 20 Mei 1908.
 Penggalang
 Kita mencari ramuan atas bahan-bahan yang kemudian dirakit/ disusun dan akhirnya kita terapkan dalam pembangunan bangsa. Terinspirasi oleh peringatan Sumpah Pemuda tahun 1928.
 Penegak
 Dalam pembangunan kita memerlukan bantara-bantara (ajudan) pengawas kader pembangunan yang kuat, baik, terampil dan bermoral yang sanggup melaksanakakan pembangunan. Berdasarkan sejarah kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.
 Pembina = membina bangsa dan negara
 Andalan = para pemimpin yang diandalkan.

BAB 21
STRUKTUR ORGANISASI GERAKAN PRAMUKA
 Tugas pokok gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik. Jenjang organisasi sebagaimana yang telah digambarkan terdahulu, yakni dari Gugus Depan, Kwartir Ranting, Kwartir Cabang, Kwartir Daerah dan Kwartir Nasional. Lemdikacab yakni lembaga pendidikan tingkat cabang
 Musyawarah Nasional (Munas) dan Musyawarah Daerah (Musda) serta Musyawarah Cabang (Muscab) diadakan 1 kali dalam 5 tahun. Sedangkan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Gudep (Mugus) diadakan 1 kali dalam 3 tahun.
 Musran pada Kwarran harus dihadiri oleh 6 orang yang dimandatir oleh KaKwarran, utusan dari gudep sebanyak 4 orang (1 penegak, 1 pandega dan 2 pembina)
 Muscab harus dihadiri oleh 7 orang yang dimandatir oleh KaKwarcab, 1 orang dari Mabicab, 7 orang dari Kwarran (termasuk dari DKR dan Mabiran)
 Musda harus dihadiri oleh 6 orang yang dimandatir oleh KaKwarda (termasuk Ketua DKD ditambah 1 orang dari Mabida), 6 orang dari Mabicab, 6 orang dari Kwarran.
 Munas harus dihadiri oleh 8 orang yang dimandatir oleh KaKwarnas (termasuk 1 orang anggota DKD ditambah 2 dari Mabinas)
 Kepengurusan dalam organisasi kepramukaan terdiri atas :
 1 orang ketua
 Beberapa wakil ketua (sekaligus ketua bidang/ seksi/ departemen/ pogja)
 Sekjend (pada Kwarnas) atau sekretaris (pada Kwarda, Kwarcab, Kwarran dan Gudep)
 Beberapa orang anggota
 Ketua dapat dipilih 2 x masa bakti berturut-turut
 Kwartir menetapkan andalan urusan yang dikelompokkan dalam bidang-bidang yang ditentukan, bertugas untuk memperlancar dan mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan Kwartir.
 Sekretaris bertugas untuk menyusun staf yang terdiri atas karyawan yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis dan administrasi yang dipimpinnya.
 Kwartir membentuk pimpinan Saka yang ketuanya ex officio.
 Untuk menjadi seorang andalan, minimal aktif dalam 5 tahun terakhir di Kwartir.
BAB 22
ORGANISASI GUGUS DEPAN (GUDEP)
 Organisasi gudep diatur berdasarkan Skep. Kwarnas No. 086/ 2004, yakni :
 Gambar 4. Organisasi Gugus Depan
 Penjelasan :
 Organisasi gugus depan dibina oleh seorang pembina, dengan 4 satuan. Yakni Perindukan Siaga (S), Pasukan Penggalang (G), Ambalan Penegak (T), dan Racana Pandega (D). Perindukan siaga terdiri atas 4 barung, yang dibina oleh seorang Pembina Siaga (BS) dan dibantu oleh 3 orang Pembantu Pembina Siaga (PBS). Jumlah peserta didik adalah 4 barung x 10 Siaga = 40 orang siaga.
 Dalam mugus dilakukan hal-hal sebagai berikut :
 Pertanggung jawaba keuangan
 Program kerja (selama 3 tahun masa bakti)
 Pemilihan pembina gudep
 Dewan kehormatan pada pandega adalah semua pandega yang telah dilantik. Pada
 Dewan kehormatan terdiri atas :
 Mabigus
 Pembina satuan
 Pembina gudep
 Pembina ambalan
 Administrasi gudep terdiri atas :
 Buku induk
 Buku keuangan
 Buku inventaris
 Buka agenda rapat
BAB 23
SISTEM AMONG
 Sistem among adalah cara mengasuh. Istilah ini digunakan pertama kali oleh Ki Hajar Dewantara yang memiliki nama lengkap Raden Mas Surjadiningrat, lahir pada 2 Mei 1889 yang kemudian diperingati sebagai hari pendidikan nasional.
 Sistem among adalah sistem pendidikan dengan cara memberi kebebasan bergerak dan bertindak leluasa sejauh mungkin, menghindari unsur :
 Perintah
 Keharusan
 Paksaan
 Sehingga tidak merugikan bagi masyarakat dan diri sendiri
 Pedoman :
 Ing Ngarso sing Tulodo (Di depan memberikan contoh)
 Ing Madyo Mangun Karso (Di tengah menjadi motivator)
 Tut Wuri Handayani (Di belakang sebagai pendorong)
 Dalam gerakan Pramuka, peserta didik diberi kesempatan untuk mengembangkan kepribadiannya, bakatnya, kemampuannya dan cita-citanya.
 Pembina hanya bertugas menjaga, membenarkan, meluruskan, mendorong, memberi motivasi, menjadi tempat konsultasi dan bertanya bagi peserta didik.
 Sistem among secara terpadu dapat dilihat pada gambar :
 Bimb.
 Langsung Bimb. Tak
 Langsung
 Gambar 5. Sistem Among dalam Gerakan Pramuka
BAB 24
SATUAN KARYA (SAKA)
 Saka merupakan wadah pendidikan guna menyalurkan :
 Bakat
 Minat
 Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan
 Mengembangkan keterampilan
 Mencari pengalaman
 Tujuan diadakannya Saka
 Pemantapan mental, moral, fisik, intelek, khususnya dalam bidang teknologi sehingga pada saat mereka meninggalkan gerakan Pramuka akan benar-benar siap menjadi kader bangsa sekaligus kader pembangunan.
 Sasaran Saka adalah :
 Ketahanan mental, moral dan kemampuan menghadapi tantangan hidup
 Keterampilan ber-iptek praktis di abad 21, mandiri, berani, dan bertanggung jawab
 Keterampilan wirausaha
 Saka dapat didirikan kalau ada > 10 orang Pandega yang mempunyai keinginan yang sama pada satu Saka. Semua tergantung pada diri kita.
 Satuan karya tertinggi terletak di cabang, dan paling efektif adalah pada ranting.
 Anggota Saka pada Gudep tidak boleh melepaskan diri dari keanggotaan di Gudep.
 Kalau akan berpindah Saka, harus ada izin dari Dewan Saka sebelumnya.
 Pengorganisasian Saka
 Berdasarkan AD dan ART
 Di bawah wewenang, pengendalian dan bimbingan Kwarran atau Kwarcab
 Dewan Saka terdiri atas :
 Para pemimpin krida (bidang dalam Saka)
 Pamong Saka
 Wakil pamong Saka
 Instruktur (pembimbing)
 Pamong Saka adalah pembina Pramuka mahir penegak/ pandega yang berusia antara 30 – 50 tahun dan mempunyai minat atau kegemaran.
 Beberapa Saka di Indonesia :
 Saka Bhayangkara (di bawah naungan Polri)
 Saka Taruna Bumi (Bidang Pertanian)
 Saka Dirgantara (Bidang Penerbangan)
 Saka Kencana (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional)
 Saka Wana Bakti (Kehutanan)
 Bahari (Kelautan)
 Bakti Husada (Kesehatan)
BAB 25
PAKAIAN SERAGAM
 Pakaian yang dikenakan oleh semua anggota gerakan Pramuka mempunyai bentuk, warna dan tata cara pemakaiannya sama.
 Fungsi penggunaan seragam adalah :
 Kesatuan dan jiwa kepramukaan
 Pendidikan kepemimpinan, kesederhanaan, keindahan, kesopanan.
 Rasa harga diri, jiwa kebangsaan, persatuan dan kesatuan
 Penanaman disiplin
 Warna coklat melambangkan sejarah perjuangan.
 Pada siaga dan penggalang
 Pakaian putra : dimasukkan ke dalam celana, 2 saku di atas, baret miring ke kanan.
 Pakaian putri : saku berada di bawah, tidak menggunakan kancing saku, topi bundar.
 Untuk baju menggunakan kain Prof no. 27 sedangkan celana atau rok menggunakan kain Prof No. 29
BAB 26
TANDA PENGENAL DALAM GERAKAN PRAMUKA
 Tanda Umum berdasarkan Skep No. 059/ 1982
 Tutup kepala
 Seragam leher/ pita
 Tanda pelantikan
 Tanda kepanduan Putra/ putri
 Tanda harian
 Tanda Satuan berdasarkan Skep No. 137/ 1987
 Tanda barung, regu, sangga, reka, dan krida
 Tanda gudep, lencana daerah, dan lambang kwartir
 Tanda Saka
 Tanda Gudep Luar Biasa
 Tanda Jabatan berdasarkan Skep No. 202/ 1988
 Tanda Pemimpin/ wakil pimpinan barung, regu, sangga, reka dan krida
 Tanda Pembina dan Pembantu Pembina
 Tanda Andalan dan Mabi
 Tanda Korp Pelatih
 Tanda Dewan Kerja (T/D)
 Tanda Pamong Saka
 Tanda Kecakapan berdasarkan Skep No. 056/ 1982
 Tanda Kecakapan Umum (82/ 1988)
 Tanda Kecakapan Khusus (132/ 1979)
 Tanda Pramuka Garuda (045/ 1980 yang ditambah pada Skep No. 101/ 1989)
 Tanda Pembina Mahir
 Tanda Kehormatan berdasarkan Skep No. 090/ 1983
 Untuk Peserta Didik
• Tanda penghargaan
• Bintang Tahunan
• Bintang Wiratama
• Bintang Teladan
 Untuk Orang Dewasa
• Lencana tahunan
• Pancawarsa
• Wiratama
• Darma Bhakti
• Melati
• Tunas Kelapa
 Tanda kehormatan dari Badan Organisasi Sosial dan Kemanusiaan
 Tanda kehormatan dari pemerintah dan negara lain
BAB 27
LAMBANG GERAKAN WOSM DAN WAGGS
Tunas Kelapa
 Oleh : Soemardjo Atmodipoero
 Digunakan sejak 14 Agustus 1961
 SK Kwarcab No. 6/KN/72/1972
 Alasan :
 Cikal adalah tanaman pertama di bumi Indonesia, kiasan bahwa Pramuka adalah generasi yang pertama mendiami bumi Indonesia.
 Cikal dapat tumbuh di mana saja, kiasan bahwa setiap Pramuka dapat beradaptasi di semua daerah.
 Cikal dapat tumbuh dalam waktu yang lama, kiasan bahwa Pramuka itu sehat, kuat dan ulet.
 Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas, simbol bahwa Pramuka bercita-cita tinggi dan lurus.
 Nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah, kiasan bahwa setiap Pramuka berpegang pada tekat dan keyakinan yang baik, benar dan kuat.
 Nyiur adalah pohon serbaguna, kiasan bahwa Pramuka akan menjadi manusia yang berguna dan membaktikan diri untuk kepentingan tanah air.
 WOSM adalah kependekan dari The World Organization of the Scout Movement (Persatuan Gerakan Pramuka se-Dunia)
 Kompas sebagai simbol kebenaran
 Tiga ujung sebagai tiga janji
 2 bintang sebagai kebenaran
 Tali yang disimpul mati sebagai simbol persahabatan
 Putih suci melambangkan kemuliaan
 Ungu melambangkan kepemimpinan
 WAGGS adalah kependekan dari World Association of Girl Guide and Girl Scout (Persatuan Pramuka Puteri se-Dunia)
 Warna emas sebagai simbol matahari bersinar
 3 daun sebagai 3 janji
 Tongkat sebagai cinta kemanusiaan
 Jarum kompas sebagai taat janji
 Motto : Sedia (Be prepare!)
 Badge Sulawesi Selatan
 Oleh : Abdurrahman Firdaus
 Gunung 3 buah melambangkan trisatya
 Hasanuddin simbol kita calon penerus bangsa, seperti Sultan Hasanuddin sebagai Ayam Jantan dari Timur
 Tamalatea artinya tak kunjung layu
 Laut melambangkan bahwa Sulawesi selatan dikelilingi oleh laut
BAB 28
KEWIRAAN
 Wira berarti gagah, satria, pahlawan perkasa, berani atau patriot.
 Materi kewiraan dipersiapkan untuk menggali potensi dan kemampuan bela negara melalui :
 Meningkatkan perasaan cinta tanah air
 Meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara
 Keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai ideologi negara
 Kesadaran rela berkorban
 Kemampuan bela negara
 Kewiraan diartikan sebagai kesadaran mencintai dan memuliakan serta keberanian untuk membela bangsa dan tanah air.
 Pendidikan kewiraan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik untuk mengembangkan kecintaan, kesetiaan dan keberanian bela tanah air dan sekaligus sebagai sebuah sistem nasional.
 Maksud dan tujuan pendidikan kewiraan adalah untuk memperluas cakrawala pikir peserta didik sebagai pejuang bangsa dalam usaha menciptakan kesejahteraan dan keamanan nasional.
 Tujuan belajar kewiraan adalah untuk meningkatkan kesadaran diri dalam bela negara, berfikir komprehensif, dan integral di kalangan pelajar.
 Dasar hukumnya adalah : UUD 1945, Pancasila, GBHN, Kep. Mendikbud 061/4/1985, Kepmenhankam nomor 02/II/1985, UU No. 20/ 1982 tentang Pokok-pokok pertahanan Nasional, UU No. 2/ 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berisi tentang Ruang lingkup dan Integrasi pendidikan.
BAB 29
KEWIRAUSAHAAN
 Usaha adalah kemauan untuk mendapatkan sesuatu, kemauan untuk bekerja.
 Wirausaha adalah perilaku dengan penuh keberanian, mengambil risiko, keutamaan, kreatifitas dan keteladanan dalam menangani usaha berpijak pada kemauan.
 Kewirausahaan diartikan sebagai semangat sikap perilaku dan kemauan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya menciptakan cara kerja dengan meningkatkan efisiensi kerja lebih baik untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.
 Asas pokok kewirausahaan yakni :
 Mandiri
 Mampu memecahkan masalah
 Keberanian mengambil keputusan secara cepat dalam kondisi kritis
 Keberanian mengambil risiko
 Inovatif dan kreatif
 Produktif
 berkarya
 Pendidikan kewirausahaan diberikan dengan tujuan dasar untuk membentuk manusia yang :
 Rasa percaya diri
 Kemandirian
 Kreatif dan mampu menemukan peluang
 Inovatif
 Mampu berkomunikasi dengan baik
 Hidup terencana
 Jujur
 Hemat
 Tangguh
 Disiplin
 Mampu melakukan managerial
 Berfikir dan bertindak strategis
 Berani mengambil risiko
 Kreatif
 Sarana media kewirausahaan pada kepramukaan yakni :
 Pembina yang berkualitas
 Tersedianya program pendidikan peserta didik yang baik
 Daya guna SKU, SKK dan SPG dan Usaha pemilikan TKU, TKK dan TPG
 Satuan karya
 Meningkatkan iman dan taqwa
 Pendidikan kewirausahaan dalam kepramukaan dilakukan :
 Program pendidikan peserta didik yang disusun secara bersama
 Pembina yang mengintegrasikan materi yang dapat memupuk rasa percaya diri, mandiri kreatif.
 Pemimpin satuan belajar menjadi pemimpin
 Learning by doing, learning by earn, earn to life
 Untuk menjadi Pramuka yang berkualitas harus dilakukan :
 Pemberdayaan gugus depan
 Manajemen diefektifkan
 Manunggal pada masyarakat
 Pembina berkompetensi
 Didikan tinggi, efektif dan efisien
 Sasaran akhir dari kewirausahaan adalah pembinaan watak yang :
 Berperilaku luhur
 Berjiwa Pancasila
 Mempunyai semangat iptek dan imtaq
 Semangat mandiri
 Jiwa kewira dan usahaan.
BAB 30
BERKEMAH SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN
 Kegiatan yang dilakukan di luar (alam terbuka) merupakan cara efektif pembentukan watak peserta didik. Dengan berkemah, peserta didik bisa belajar untuk menghargai kesederhanaan, menghindari pola hidup konsumtif dan mempelajari keharmonisan.
 Berkemah adalah suatu rekreasi yang edukatif di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan serta sistem among. Di dalamnya terdapat interaksi antara
 Perkemahan akan efektif jika :
 3M (mudah, manfaat, murah)
 Dilaksanakan dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan
 Untuk mencapai tujuan dan sasaran pada perkemahan, perhatikan :
 Keamanan dan keselamatan
 Disiplin dan lingkungan
 Tata cara
 Berkemah akan menjadi hal yang sangat penting, sebagai puncak materi yang telah dipelajari dan diikuti. Berkemah juga menjadi satuan Pramuka yang baik dan efektif, bukan latihan yang hanya mengejar TKK.
 Tujuan berkemah antara lain :
 Membina dan mengembangkan kemampuan fisik, mental, intelektual, emosional dan sosial peserta didik sebagai individu.
 Membentuk manusia :
 bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa
 Membina mental dan percaya diri
 Memiliki kesehatan dan daya tahan tubuh
 Memiliki daya kreasi
 Memiliki keterampilan dan ketangkasan
 Belajar bekerjasama, bergotong royong, dan hidup mandiri
 Mengembangkan rasa cinta tanah air
 Mencari pengetahuan dan pengalaman baru
 Menjadi salah satu wadah untuk melakukan pengabdian pada masyarakat
 Berkemah dilakukan hanya pada Penggalang, Penegak dan Pandega. Pada siaga boleh dilakukan jika hanya berupa persami yang tendanya didirikan oleh pembina, peserta tidak memasak dan acara disusun oleh pembina dengan baik.
 Pemilihan tempat berkemah :
 Cari tanah yang rata atau sedikit miring
 Cari tanah yang berumput
 Ada pohon untuk tempat berlindung
 Ada saluran pembuangan air
 Pemandangan yang menarik
 Arena petualangan yang menantang
 Keamanan lokasi terjamin, baik dari binatang buas maupun dari gangguan lain
 Tidak terlalu dekat dengan jalan raya atau perkampungan
 Tidak terlalu jauh dari pasar, pos kesehatan dan pos keamanan
 Pelaksanaan perkemahan
 Persiapan, lakukan kesepakatan dan penyusunan acara oleh Dewan Satuan. Tentukan :
 Waktu dan tempat, juga tujuan dan biaya
 Peralatan dan pembekalan
 Peninjauan tempat berkemah
 Izin dari orang tua dan penguasa daerah setempat
 Panitia pelaksana
 Susunan acara
 Pelaksanaan
 Kegiatan dilakukan sesuai dengan rencana dan tujuan
 Kegiatan dilakukan sesuai dengan kemampuan peserta didik
 Tersedia acara pengganti. Setiap kegiatan harus memperhatikan keselamatan dan keamanan, lokasi setelah perkemahan selesai harus bersih, perlengkapan regu dan pribadi perlu diperhatikan.
 Perkemahan pada Penegak dan Pandega dapat dilaksanakan (dipanitiai) oleh Sangga atau Reka.
 Evaluasi
 Prestasi peserta didik mengalami perubahan ke arah positif
 Kesehatan peserta mengalami peningkatan
 Kekurangan dan kelemahan perkemahan diketahui

BAB 31
KETERAMPILAN KEPRAMUKAAN
 Keterampilan kepramukaan adalah keterampilan yang didapat dalam kegiatan yang mungkin saja dapat menjadi pelajaran bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan hidup. Keterampilan yang diberikan disesuaikan dengan usia, lama kegiatan diikuti dan kualitas pembina.
 Jenis-jenis keterampilan kepramukaan :
 Spiritual
 Pengenalan kaidah-kaidah agama
 Pengamalan Prinsip Dasar Kepramukaan
 Pengamalan Kode Kehormatan Pancasila
 Pengamalan Pancasila
 Emosional
 Cermat menghadapi masalah
 Bijak dalam mengambil keputusan
 Tidak tergesa-gesa dalam menentukan sikap
 Menghormati lawan bicara, sopan santun, dan menghormati orang yang lebih tua
 Manajerial
 Kepemimpinan, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan
 Administrasi kegiatan
 Hubungan antar instansi
 Penyusunan laporan hasil kegiatan
 Fisik
 Tali-temali : simpul ujung tali, simpul mati, simpul anyam dan berganda, simpul erat, simpul pangkal, simpul tarik, simpul kursi, dan simpul tiang.
 Ikatan : ikatan canggah, palang, sambungan dan kaki tiga.
 Kompas, peta (peta pita/ peta perjalanan dan peta lapangan) dan penggunaannya.
 Bahasa isyarat, sandi, morse dan smaphore.
 Menaksir tinggi pohon dan lebar sungai.
 Mengenal berbagai gejala alam, misalnya : kabut, matahari dan bintang
 Keterampilan sosial
 P3K
• Kesehatan lapangan
• Dapur umum
• Evakuasi
• SAR (Search and Rescue)
 Kesehatan masyarakat
 Pengamanan masyarakat
• Pengamanan TKP (Tempat Kejadian Perkara)
• Kebakaran
• Konservasi tanah dan air
BAB 32
PENJELAJAHAN LINTAS ALAM
 Penjelajahan lintas alam dikonsentrasikan pada Survival Training yang penuh dengan tantangan. Diramu dengan variasi :
 Membaca peta
 Menggunakan kompas
 Membuat peta pita perjalanan
 Memecahkan sandi dan bahasa isyarat
 Membaca tanda jejak
 Menaksir tinggi pohon dan lebar sungai
 Sketsa panorama
 Praktik membalut dan mengangkat pasien (P3K)
 Halang rintang (alami dan buatan)
 Proses yang ingin dicapai dalam penjelajahan lintas alam adalah pengembangan :
 Kepemimpinan
 Demokrasi
 Kekompakan team
 Kematangan berpikir
 Kemandirian
 Percaya diri
 Keterampilan dan ketangkasan
 Administrasi dan pembagian tugas
 Pengetahuan dan pengalaman
 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penjelajahan lintas alam
 Keselamatan peserta didik
 Tingkat kesulitan yang akan dialami peserta didik di dalam perjalanan
 Petugas yang memadai baik dalam jumlah maupun dalam kualitas
 Penyusunan laporan hasil perjalanan
 Evaluasi

 KUMPULAN LAGU PRAMUKA
 Satya Darma Pramuka
 Kami … Pramuka Indonesia
 Manusia Pancasila
 Satyaku … kudarmakan
 Darmaku … kubaktikan
 Agar jaya Indonesia
 Indonesia tanah airku
 Kami jadi pandumu …
 Ikan Selayang
 Ikan selayang, ikan selayang dipotong-potong hu … ha …
 Ikan dipotong ikan dipotong diparang-parang hu … ha …
 Hai nona … beta dengar kau mau kawin
 (Ya kawin aja, emang guwe pikirin … itu urusan kodok) Ha … ha … ha …
 Kalaulah begitu …
 Kembalikan … hai kembalikan baret coklatku
 Bernyanyi dan Berdendang
 Bernyanyi gembira berlenggang dan berdendang (2x)
 Lenggang … lenggang … berlenggang di tempat (2x)
 Muka … belakang, samping lalu silang (2x)
 Ke muka belakang ke samping lalu silang (2x)
 Botol
 Botol namanya budu
 Sendok namanya sudu
 Anak kodok namanya brudu
 Pantat ayam namanya brutu
 Goyang … goyang … goyang …
 Goyang … digoyang … goyang
 Goyang … digoyang … goyang
 Goyang … goyang … digoyang … goyang (2x)
 Gembira Berkumpul
 Ayo kawan … ayo kawan berkumpul
 Berkumpul bersenang-senang semuanya
 Jangan segan … jangan segan bersama
 Bersama menyanyi bergembira
 Tepuk tangan … tepuk tangan … tepuk tangan … bergembira
 Skali lagi … skali lagi …
 Tepuk tangan kita semua bergembira
 Jari
 Ini namanya jari jempol … (2x)
 Apa pesannya jari jempol sayang
 Anak Pramuka nggak boleh ngompol
 Telunjuk – Ngantuk
 Tengah – Lengah
 Manis – Nangis
 Klingking – Maling
 Api Unggun
 Api api api api api unggun
 Dengan berdiri bersuka hati
 Disinari api unggun
 Hora … hore yo Pramuka
 Beramai-ramai bersuka hati
 Disinari api unggun
 Api kita sudah menyala
 Api … api .. api api api
 Mars Penggalang
 Tak ada gunung terlalu tinggi, buat kami daki di tengah panas
 Tak ada jurang terlalu dalam, buat kami turuni di malam kelam
 Hutan rimba – hutan rimba padang lalang – padang lalang
 Kususuri jalanan jauh
 Panas terik hujan berangin
 Maju terus, jalan terus
 Pantang patah – pantang patah hati kami – hati kami
 Karena telitinya
 Pasukan penggalang jalanlah, terhapus semua luka
 Marina Merana
 Marina menari di atas menara
 Di atas menara Marina menari
 Marina merana di atas menara
 Di atas merana Marina merana
 Berkemah
 Di tengah-tengah hutan, di bawah langit biru
 Tenda terpancang ditiup sang bayu
 Api menjilat-jilat, terangi rimba
 Membawa Pramuka dalam impian
 Penegak … pandega …
 Petualang datang tak kenal gengsi
 Datang ke perkemahan …
 Karena patah hati, guna mencari cinta yang sejati
 Aku Anak Muda
 Aku ini anak muda
 Hati suci riang gembira
 Mari kawan masuk Pramuka
 Pramuka slaalu gembira
 Wan jae lae laccing takaraccing takaraccing
 Takara loa leo
 (2x)
 Sengko Sengko Dainang
 Sengko sengko dainang (2x)
 Sengko la sengko (2x)
 Tra … lalala …
 Tri … lilili …
 Sirege sirege tumba (2x)
 La sengko sengko (2x)
 Pramuka Tak Kenal Rintangan
 Pramuka tak kenal rintangan
 Meski jalan penuh halangan
 Kan hilang dengan hati yang riang
 Pramuka tak kenal rintangan
 Pramuka Mengembara
 Satu Pramuka pergi mengembara
 Satu Pramuka bawa tongkat bawa tali bawa sangkur
 Pergi mengembara
 Rajin Terampil dan Gembira
 Rajin terampil dan gembira
 Senantiasa praja muda karana
 Sopan dan tak kenal rasa congkak
 Bersahaja setia suka menolong
 Yayayaya … itulah Pramuka
 Pramuka sejati … sejati kata dan prilakunya
 (2x)
 Pembinaku
 Bangun pagi-pagi menuju tempat
 Di sanalah kami dibimbing dan dibina
 Oleh pembina perkasa
 *) Mau makan jalan jongkok
 Sudah makan ditindaki
 Dihukum maki bentak-bentak hai …
 Wahai pembinaku sungguh kejam dirimu
 Wahai pembinaku betapa tajam matamu
 Tak tahan rasanya ingin segera pulang
 Namun perkemahan belum selesai (Kembali ke *)
 LDGD
 LDGD Sesamur
 Kati bimbing siteru seusu
 LDGD Sesamur
 Sungguh enak mengikuti perkemahan
 Makan kurang tidur dikurangi perut keroncongan …
 Anak kambing
 Mana dimana anak kambing saya
 Anak kambing sudah ada di sini
 Mana kambingnya … ini (2x)
 Mana kambingnya … sudah ada di sini
 Kalau kau suka hati
 Kalau kau suka hati tepuk tangan … (2x)
 Kalau kau suka hati mari kita lakukan
 Kalau kau suka hati tepuk tangan …
 (Petik jari, hentak kaki, bilang hore)
 If you happy and you know it claps your hands … (2x)
 If you happy and you know it, and you really want to show it
 If you happy and you know it, claps your hands.
 (stick finger, say hore)
 Sayonara …
 Sayonara … sayonara sampai berjumpa pula … (2x)
 Buat apa susah, buat apa susah …
 Susah itu tak ada gunanya
 Es Lilin
 Tunas kelapa kawaaaaaan … itu lambangnya
 Tri Satya kawaaaan … itu janjinya
 Dasa Darma kawaaaan … itu baktinya
 Janganlah ragu kawan masuk pramuka
 Cing cing Gemerincing
 Cing cing gemerincing
 Suara rebbana berbunyi nyaring
 (2x)
 Kaki melangkah beriring-beriring
 Langkah yang serempak dengan lenggok yang seirama
 Hati siapapun akan senang mendengarnya
 Jambore
 Jambore … re … re … Jambore (2x)
 Ayo kita ke Jambore
 Di sana berkumpul Pramuka Indonesia
 Jambore rame-rame jambore
 Pri … priodot bodo bidi Sssst … Pesta!
 Dunia Kita

SYARAT-SYARAT TINGKAT PADA SKU PENEGAK BANTARA
 Rajin dan aktif mengikuti pertemuan-pertemuan Ambalan Penegak
 Telah mempelajari dan menyetujui Anggaran Dasar Gerakan Pramuka
 Mengerti dan bersungguh-sungguh mengamalkan Dasa Darma dan Tri Satya dalam kehidupannya sehari-hari
 Dapat memberi salam Pramuka, dan tahu maksud dan penggunaannya
 Mengetahui Struktur Organisasi Gerakan Pramuka dan Dewan Kerja Penegak dan Pandega
 Mengetahui tanda-tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka
 Mengetahui arti Lambang dan Gerakan Pramuka
 Mengetahui arti Pancasila
 Mengetahui sejarah dan arti kiasan warna-warna bendera kebangsaan Indonesia serta dapat mengibarkan dan menurunkannya dalam upacara
 Dapat dengan hafal menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di muka orang banyak, dan tahu sikap yang harus dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada suatu upacara
 Mengetahui Lambang Negara Republik Indonesia
 Bisa berbahasa Indonesia di waktu mengikuti pertemuan-pertemuan penegak
 Mengetahui arti dan sejarah Sumpah Pemuda
 Mengetahui perjuangan Bangsa Indonesia dan Rencana Pembangunan Pemerintah
 Mengetahui susunan Pemerintah Republik Indonesia dari pusat sampai ke desa
 Dapat baris berbaris
 Selalu berpakaian rapi, memelihara kesehatan badan, dan memelihara kebersihan lingkungannya
 Tahu pentingnya bahan-bahan makanan yang bernilai gizi, dan dapat memasak makanan di perkemahan setidaknya untuk lima orang.
 Tahu tentang penyakit-penyakit rakyat yang terpenting dan cara-cara mencegahnya
 Melakukan salah satu cabang olah raga atletik atau salah satu cabang olah raga renang
 Tahu ada sopan santun pergaulan Indonesia
 Memiliki buku Tabanas
 Setia membayar iuran kepada gugus depannya, sedapat-dapatnya dengan uang yang diperolehnya dari usahanya sendiri
 Menguasai suatu keterampilan di bidang pertanian, bidang industri atau bidan lain, yang dipilihnya sendiri, tetapi yang dapat diharap kelak akan berguna bagi kehidupannya
 Dapat membaca jam dan menggunakan kompas
 Sudah pernah berkemah sekurang-kurangnya 4 hari berturut-turut
 Pernah ikut serta dalam kerja bakti gotong royong yang ditugaskan oleh pembinanya
 Untuk penegak yang beragama Islam
 Dapat mengucapkan kalimat syahadat dan tahu artinya
 Mengerti rukun Iman dan rukun Islam
 Melakukan shalat berjamaah
 Tahu riwayat Nabi Muhammad Saw.

SYARAT-SYARAT TINGKAT PADA SKU PENEGAK LAKSANA
 Rajin dan aktif mengikuti pertemuan-pertemuan Ambalan sebagai Penegak Bantara
 Dapat memberi penjelasan tentang Dasa Darma dan Tri Satya
 Tahu sejarah pendidikan kepramukaan di Indonesia dan peranannya dalam pembangunan bangsa dan negara dewasa ini
 Tahu tentang gerakan kepramukaan sedunia, dan tentang cita-cita persaudaraan Pramuka sedunia
 Mengetahui tentang Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tentang beberapa badan yang terdapat dalam organisasi itu
 Bersungguh-sungguh mengamalkan Pancasila
 Dapat dengan hafal menyanyikan lagu-lagu di muka orang banyak sedikitnya lagu-lagu yang disyaratkan untuk SKU Penggalang Rakit
 Tahu tentang upacara-upacara adat di daerahnya, misalnya upacara perkawinan, khitanan, penerimaan tamu terhormat dan lain-lain
 Tahu cara merawat dan mengebumikan jenazah
 Dapat memimpin barisan Pramuka
 Dapat memberi pertolongan pertama pada kecelakaan
 Jika di sekitar tempat tinggalnya ada pesawat telepon, dapat menggunakan secara baik
 Melakukan salah satu cabang olah raga atletik atau salah satu cabang olah raga renang, dan melakukan salah satu cabang olah raga lain lagi serta tahu peraturan permainannya
 a. Untuk Penegak Putra : Berjalan kaki selama dua hari berturut-turut dengan melaksanakan tugas yang diberi pembinanya
 Untuk Penegak Putri : Mengurus suatu rumah tangga selama dua hari berturut-turut
 Dapat menampilkan satu macam kegiatan seni budaya di hadapan Pramuka-pramuka atau di hadapan penonton-penonton lain
 Menjalankan suatu proyek produktif di bidang pertanian, bidang industri atau di bidang lain, secara perseorangan atau bersama-sama orang lain dan dapat memperlihatkan hasil karyanya
 Mengadakan peninjauan di wilayah kelurahan tempat tinggalnya untuk mempelajari masalah-masalah pembangunan, membuat laporan peninjauannya, lengkap disertai kesimpulan diikuti dengan saran-saran
 Sekurang-kurangnya dua kali pernah ikut serta kerja bakti gotong-royong yang ditugaskan oleh pembinanya di sekolahnya, di kampungnya, di tempat ibadah atau di tempat lain, dan pernah membantu lembaga seperti PMI, LSD, BIMAS, PKK, KARANG TARUNA dan lain sebagainya
 Dapat merencanakan, mempersiapkan serta memimpin rapat dan dapat membuat risalah rapat
 a. Memiliki buku tabanas dan sudah menabung uang secara teratur. Dalam buku tabungan itu selama sekurang-kurangnya delapan minggu sejak menjadi penegak Bantara dan sebagian daripada uang itu diperolehnya dari usahanya sendiri
 Dapat mengurus administrasi buku-buku tabungan Pramuka di Gugus Depannya
 Setia membayar uang iuran kepada Gugus depannya, dengan uang yang seluruhnya atau sebagian diperolehnya dari usahanya sendiri
 Pernah membantu dalam menjalankan administrasi keuangan Gugus Depannya atau administrasi keuangan lain
 Membantu Pembina Siaga atau Pembina Penggalang dalam membina para Pramuka di Perindukan Siaga atau Pasukan Penggalang
 Memiliki paling sedikit satu buah TKK
 a. Untuk Penegak yang beragama Islam
 Tahu syarat-syarat, rukun-rukun dan yang membatalkan sholat serta melakukan sholat dalam kehidupan sehari-hari
 Mengetahui riwayat Nabi Muhammad Saw.